Penyuluhan dan Pelatihan Akupresur Untuk Mengurangi Nyeri Dismenorea Pada Remaja Putri di Babakan Ciparay Bandung

  • Triana Indrayani Universitas Nasional
  • Vira Antiza Universitas Nasional
Keywords: Akupresur, Nyeri Dismenorea, Remaja Putri

Abstract

Rata-rata insidensi terjadinya dismenore pada wanita muda antara 16,8 – 81%. Data dari WHO didapatkan kejadian sebesar 1.769.425 jiwa (90%) wanita yang mengalami dismenore, 10-15% diantaranya mengalami dismenore berat. Dismenore bukanlah suatu penyakit, melainkan gejala yang timbul akibat adanya kelainan dalam rongga panggul dan mengganggu aktivitas perempuan. penangganan dismenore dapat ditangani dengan pemberian terapi farmakologi dan non farmakologi. Pada terapi farmakologi dapat diberikan obat-obatan anti inflamasi non-steroid. Secara nonfarmakologi yang dapat dilakukan dengan teknik akupresur. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan penyuluhan dan pelatihan Akupresur untuk mengurangi nyeri dismenorea. Metode pelaksanaan kegiatan Pengabdian Masyarakat dilakukan dengan 3 tahap yaitu: Tahap Perencanaan, Tahap Pelaksanaan Kegiatan Pengabdian Masyarakat dan Tahap Evaluasi. Hasil pengabdian masyarakat ini terdapat peningkatan pengetahuan remaja putri di desa babakan Ciparay sebesar 70% setelah dilakukan penyuluhan. Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan di desa Margahayu Ciparay Bandung bahwa remaja putri meningkat pengetahuannya setelah diberikan penyuluhan dan praktikum

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2021-03-10
How to Cite
Indrayani, T., & Antiza, V. (2021). Penyuluhan dan Pelatihan Akupresur Untuk Mengurangi Nyeri Dismenorea Pada Remaja Putri di Babakan Ciparay Bandung. Journal of Community Engagement in Health, 4(1), 249-253. https://doi.org/10.30994/jceh.v4i1.160